KEGIATAN PELATIHAN TARI MELAYU SEBAGAI BENTUK APRESIASI SENI TARI
DOI:
https://doi.org/10.69745/hawajppm.v4i2.146Kata Kunci:
arts appreciation, dance training, local culture, Malay danceAbstrak
The Malay dance training activity was conducted to improve understanding, provide training, and enhance the skills of students at SDN 182 Pekanbaru in appreciating traditional Malay dance through the Kuala Deli dance material. The implementation method employed participatory and demonstration approaches, including the introduction of dance philosophy and ethics, as well as training in basic dance movements such as sembah, langkah lenggang, and petik bunga. The activity was carried out through several stages, namely material presentation, movement demonstration, direct practice, and participant ability evaluation. The results of the activity indicated an improvement in students’ understanding of Malay cultural values as well as enhanced skills in performing the basic movements of Malay dance. Participants demonstrated enthusiasm and active participation throughout the training, which was reflected in their ability to follow the sequence of dance movements properly. This training contributed positively to fostering artistic appreciation and supporting efforts to preserve local culture within the school environment.
Referensi
Adawiyah, A. R., & Nurbaeti, R. U. (2023). Pelatihan tari kreasi sebagai bentuk apresiasi seni tari. JAMU : Jurnal Abdi Masyarakat UMUS, 3(02), 150–156. https://doi.org/10.46772/jamu.v3i02.1051
Aulia, P. F. (2025). Tari kreasi Melayu dalam membentuk karakter mahasiswa pendidikan seni pertunjukan Universitas Islam Riau semester ganjil tahun ajaran 2024/2025. Jurnal Rentak Seni, 2(1), 77-93. https://jurnal-rjb.com/index.php/JurnalRentakSeni
Billah, S. R. L., Faruq, A. K., & Thoriq, A. I. (2024). Urgensi pendidikan seni terhadap perkembangan aspek berpikir kognitif, afektif, dan psikomotorik siswa. Jurnal Pendidikan: Riset dan Konseptual, 8(1), 181–186. http://doi.org/10.28926/riset_konseptual.v8i1.958
Dewi, R. (2025). Pembelajaran seni tari dalam meningkatkan kerja sama siswa. JIMU: Jurnal Ilmiah Multidisipliner, 3(03), 1289–1297. https://ojs.smkmerahputih.com/index.php/jimu/article/view/769
Efrillia, P. K., & Winarni, W. (2025). Hubungan pembelajaran seni musik dengan perkembangan kemampuan berpikir peserta didik di sekolah dasar. Pendas: Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar, 10(3), 423–437. https://doi.org/10.23969/jp.v10i3.32696
Fajar, A. N. (2025). Tantangan anak muda dalam menjaga eksistensi tari tradisional di tengah budaya globalisasi. Lentera Jurnal Pengabdian Masyarakat, 3(3), 1-13. https://lenterajurnalmanajemen.com/index.php/ljmpkm/article/view/80
Frenadya, A. E., & Safara, A. F. (2024). Penurunan minat generasi muda terhadap tari topeng: Resistensi dan tantangan pelestarian budaya. Studi Budaya Nusantara, 8(2), 148–161. http://dx.doi.org/10.21776/ub.sbn.2024.008.02.05
Hajar, I., Indriyanto, K., & Syahfitri, D. (2024). Representasi nilai kearifan lokal pada pantun Melayu Deli dan pelestariannya melalui telangkai. GERAM (Gerakan Aktif Menulis), 12(2), 115–125. https://doi.org/10.25299/geram.2024.21286
Hidayat, V., Irliawan, R., Rozan, M. A., & Saefulrahman, I. (2025). Peran otonomi daerah dalam pelestarian dan pengembangan kebudayaan lokal di Kabupaten Sumedang. Jurnal Kolaboratif Sains, 8(1), 420–429. https://doi.org/10.56338/jks.v8i1.6749
Kurniawan, W., Novia, A., Agretiani, V. A., Reza, Y. A., & Tafakur, M. (2025). Peran seni rupa dalam pembentukan karakter kreatif dan inovatif pada generasi muda: Sebuah tinjauan literatur. Communication & Design Journal, 1(2), 68–79. https://ojs.sains.ac.id/index.php/commdes/article/view/85
Lami’ah, S., & Lestari, F. (2024). Pelatihan tari kreasi untuk meningkatkan kemampuan apresiasi seni tari siswa di SDN 12 Cakranegara. Renjana Pendidikan Dasar, 4(3), 194-201. https://prospek.unram.ac.id/index.php/renjana/article/view/1248/351
Loustiawaty, L., & Zein, N. S. (2026). Seni tari dan drama dalam konteks pendidikan dan budaya kontemporer. Pendas: Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar, 11(01), 153–165. https://doi.org/10.23969/jp.v11i01.41515
Martini, O., & Putri, S. K. (2025). Bentuk inovasi pedagogik guru PAUD melalui pembelajaran seni tari. Book chapter ISBI Bandung, 229-254.
Padila, C. (2026). Pengaruh pembelajaran seni terhadap kecerdasan emosional peserta didik. Jurnal Seni dan Pendidikan Seni, 1(1), 16–22. https://doi.org/10.21831/imaji.v24i1
Pradana, R. W. B. (2018). Menumbuhkan karakter peserta didik melalui pendidikan multikultural pada pembelajaran seni budaya: Growing the character of students through multicultural education in cultural arts learning. Proceedings of the ICECRS, 1(3), 95-104. https://doi.org/10.21070/picecrs.v1i3.1384.
Putri, N. A. K. (2025). Tari persembahan: Warisan budaya Melayu dari Kepulauan Riau. Wacana Umat, 9(01), 67–77. https://jurnal.stainatuna.org/index.php/wacanaumat/article/view/322/157
Rachmawati, D., Nugraheni, T., Prawira, N. G., & Nurmeta, I. K. (2024). Pembelajaran seni tari di rumah Budaya Sukuraga Kota Sukabumi: Etnografi praktik pendidikan seni non-formal. DWIJA CENDEKIA: Jurnal Riset Pedagogik, 8(1), 1–9. https://doi.org/10.20961/jdc.v8i1.84568
Rahayu, P., Marja, M., & Winarsih, M. (2025). Metode pembelajaran learning by doing pada pembelajaran seni musik: Studi deskriptif pada pembelajaran seni musik kelas VI SLB-A pembina tingkat nasional. Misterius: Publikasi Ilmu Seni dan Desain Komunikasi Visual, 2(2), 146–157. https://doi.org/10.62383/misterius.v2i2.743
Ramadani, A. A., Handayani, S. A., Wulandari, N. S., Salsanabila, S., & Meihan, A. M. (2025). Tari Sekapur Sirih sebagai sarana edukasi generasi muda: Upaya melestarikan warisan lokal masyarakat Jambi di tengah arus globalisasi. Paradigma: Jurnal Filsafat, Sains, Teknologi, dan Sosial Budaya, 31(2), 718–724. https://doi.org/10.33503/paradigma.v31i2.2616
Riyaningsih, E. (2018). Establishment of learners’ character through learning traditional dance in senior high school. Atlantis Press, 18(36), 13–27. https://doi.org/10.15294/harmonia.v18i1.12575
Rofi’i, A. R., & Halid, A. H. (2025). Ketahanan budaya lokal di tengah serbuan budaya populer asing: Budaya lokal dan budaya populer asing. Jurnal Budaya, 6(2), 27–35. https://jurnalbudaya.ub.ac.id/index.php/jbb/article/view/12768
Rudiarta, I. W. (2023). Pengembangan potensi seni siswa melalui pembelajaran di Pasraman. Widya Sundaram: Jurnal Pendidikan Seni dan Budaya, 1(02), 168–187. https://doi.org/10.53977/jws.v1i02.1293
Sari, I. P., Amelia, J. R., & Al-Faiz, R. N. (2024). Peran Tari Sumbun pada masyarakat lokal di Kabupaten Tanjung Jabung Timur. DINASTI: Jurnal Sosial dan Budaya, 1(01), 10–14. https://doi.org/xx.xxxxx/dinasti.v99i1.paperid
Wathon, A. (2025). Pendidikan karakter dan apresiasi seni melalui kegiatan angklung tingkat TK di Nganjuk. AS-SABIQUN, 7(6), 1205–1224. https://doi.org/10.36088/assabiqun.v7i6.5955
Winata, A. R., Hariyani, A. E., Putri, A. F., Nugianata, A. P., Lusiani, P., & Yolanda, Y. (2026). Pelestarian tari Zapin Pecah Duabelas melalui kegiatan ekstrakurikuler sekolah sebagai sarana pembelajaran dan internalisasi nilai budaya. Kajian Pendidikan, Seni, Budaya, Sosial dan Lingkungan, 3(1), 23–35. https://doi.org/10.58881/kpsbsl.v3i1.142
Wulandari, H. (2016). Kajian tentang motivasi belajar seni tari melalui kegiatan apresiasi seni pada mahasiswa PGSD. Metodik Didaktik, 10(2), 1–8. https://doi.org/10.17509/md.v10i2.3177
Yanti, R., & Masunah, J. (2021). Peningkatan apresiasi tari nusantara melalui model blended learning di Sekolah Menengah Pertama. Gondang, 5(1), 1–14. https://doi.org/10.24114/gondang.v5i1.19323








