KEBIJAKAN PROGRAM 100 PASANGAN NIKAH GRATIS PEMERINTAH KOTA PEKANBARU DI KUA KECAMATAN TAMPAN DALAM MENDUKUNG PENGUATAN KETAHANAN KELUARGA BERBASIS NILAI RELIGIUS
DOI:
https://doi.org/10.69745/hawajppm.v4i2.137Kata Kunci:
public policy, free marriage, KUAAbstrak
The 100 Free Marriage Program organized by the Pekanbaru City Government is one of the strategic policies aimed at strengthening family resilience based on religious values. This program seeks to expand public access to marriage services that are legally recognized both religiously and by the state, particularly for economically disadvantaged communities. This study aims to analyze the implementation of the free marriage policy program at the Office of Religious Affairs (KUA) of Tampan District and its contribution to optimizing family resilience.The research employed a qualitative method with a descriptive-analytical approach through document studies and literature reviews. The findings indicate that the free marriage program not only alleviates the economic burden on the community but also strengthens the role of the KUA in premarital guidance and the internalization of Islamic values. Furthermore, the program contributes positively to preventing unregistered marriages and improving couples’ readiness to build a sakinah, mawaddah, and rahmah family.
Referensi
Amin, M. (2019). Bimbingan dan Konseling Islam dalam Perspektif Al-Qur’an dan Hadis. Yogyakarta: Deepublish.
Arifin, Z. (2019). Kebijakan Publik dan Pembangunan Sosial. Jakarta: Prenadamedia Group.
Azra, A. (2018). Pendidikan Islam dan Pembentukan Karakter Bangsa. Jakarta: Kencana.
Daradjat, Z. (2017). Ilmu Jiwa Agama. Jakarta: Bulan Bintang.
Fauzan, A. (2021). Psikologi Generasi Z: Tantangan dan Peluang dalam Pembinaan Karakter. Jakarta: Rajawali Press.
Hafiz, A. (2023). Peran KUA dalam Pembinaan Calon Pengantin di Era Digital. Pekanbaru: UIN Suska Press.
Hasanah, U. (2021). “Peran Bimbingan Pra Nikah dalam Menekan Angka Perceraian.” Jurnal Hukum Keluarga Islam, 4(2), 88–101.
Hidayat, R. (2020). Sosiologi Keluarga dalam Masyarakat Modern. Bandung: Remaja Rosdakarya.
Kementerian Agama Republik Indonesia. (2018). Pedoman Penyelenggaraan Bimbingan Perkawinan Pra Nikah bagi Calon Pengantin. Jakarta: Ditjen Bimas Islam.
Kementerian Agama Republik Indonesia. (2023). Laporan Tahunan Perkawinan dan Ketahanan Keluarga di Indonesia. Jakarta: Ditjen Bimas Islam.
Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Republik Indonesia. (2022). Pembangunan Ketahanan Keluarga Indonesia. Jakarta: KPPPA RI.
Mulyadi, D. (2019). Metode Penelitian Kualitatif untuk Ilmu Sosial. Yogyakarta: Gava Media.
Nasution, S. (2018). Metode Research Penelitian Ilmiah. Jakarta: Bumi Aksara.
Nugroho, A. (2025a). Pembangunan Ketahanan Keluarga dan Nilai Religius di Riau. Pekanbaru: Dinas PMD Provinsi Riau.
Nugroho, A. (2025b). Visi Riau Berkarakter dan Berbudaya Religius. Pekanbaru: Pemerintah Provinsi Riau.
Pemko Pekanbaru. (2025). Laporan Rencana Pelaksanaan Program Nikah Massal Gratis 100 Pasangan. Pekanbaru: Setda Kota Pekanbaru.
Prasetyo, E. (2021). “Efektivitas Program Sosial Pemerintah Daerah dalam Penguatan Ketahanan Keluarga.” Jurnal Kebijakan Publik, 6(1), 55–70.
Rahmawati, S. (2022). “Fenomena Perkawinan Dini pada Generasi Z di Indonesia.” Jurnal Psikologi Islam, 7(2), 115–128.
Setiawan, D. (2023). Tantangan Keluarga Generasi Z di Era Modern. Bandung: Alfabeta.
Sholeh, A. (2020). Konsep Bimbingan dan Konseling Islam dalam Pembinaan Umat. Yogyakarta: Deepublish.
Sholeh, M. (2020). Konsep Dasar Bimbingan dan Konseling Islam. Malang: UMM Press.
Suharti, L. (2021). “Konseling Pra Nikah dalam Membangun Keluarga Harmonis.” Jurnal Konseling Islam, 5(1), 45–60.
Umar, R. (2021). Ketahanan Keluarga dalam Perspektif Islam. Jakarta: Kencana.
Yusuf, S. (2020). Psikologi Perkembangan Anak dan Remaja. Bandung: Remaja Rosdakarya.
Zulkifli, F. (2022). Bimbingan Perkawinan dan Keluarga Sakinah. Pekanbaru: Suska Press.








